Home Cerita Dunia Aileen Wooner, Pelacur dan Pembunuh Berdarah Dingin

Aileen Wooner, Pelacur dan Pembunuh Berdarah Dingin

260
0
SHARE

Cerita-Dunia.com – Aileen Wuornos, Wanita ini mengaku mendapat kenikmatan saat membunuh. Ada delapan laki-laki yang dibantainya, tujuh di antaranya berasal dari Florida, saat dia menjadi pelacur jalanan. Saking sadisnya, kisahnya menjadi inspirasi pembuatan film Hollywood berjudul “Monster” tahun 2003. Ini merupakan film psikologi bagaimana seorang wanita cantik bertransformasi menjadi pembunuh mengerikan.

Ia menjadi pelacur jalanan usia 15 tahun. Pada hari pertamanya berpraktek, nasib sial menimpanya, kliennya yang buas memperkosanya dengan keji. Aileen melawan dan berakhir dengan terbunuhnya laki-laki itu. Itulah pertama kali Aileen membunuh. Ia mengaku menikmatinya dan menjadi ketagihan. Sejak itu, sambil melacur dia menjadi ‘mesin’ pembunuh. Korbannya adalah lelaki hidung belang yang menggunakan ‘jasa’nya.
Ia punya banyak nama di antaranya: Sandra Kretsch, Susan Lynn Blahovec , Lee Blahovec, Marsh Cammie Greene dan Lori Kristine Grody.

Konon, riwayat hidup Aileen menjadi latar belakang terbentuknya karakter sadis pembunuh berdarah dingin. Trauma masa kecil dan pengalaman – pengalaman bathin telah merusak jiwanya. Lahir dari keluarga berantakan, ayahnya, Leo Dale Pittman, seorang penyiksa dan pemerkosa anak yang menghabiskan sebagian besar hidupnya keluar masuk penjara.

Ibunya, Diane Pratt, yang menikah di usia 15 tahun, kabur meninggalkan Aileen yang masih berusia 4 tahun bersama kakaknya, Keith.

Untunglah ada kakek-nenek yg mau memelihara bocah-bocah malang ini. Keduanya kemudian diadopsi oleh keluarga Wuornos. Tapi keluarga adopsi mereka agaknya kurang berkenan dengan tingkah pola kakak-adik yang liar. Aileen terlibat sex bebas termasuk dengan saudaranya sendiri. Usia 13 tahun ia diperkosa dan hamil. Anaknya lalu diadopsi keluarga lain. Kelakuan Aileen makin tak terkendali sampai akhirnya kakeknya mengusirnya.

Sejak itu ia hidup di jalanan menjadi pelacur. Ulahnya makin liar dan menjadi ‘langganan’ penjara, persis seperti ayahnya. Sebelum dieksekusi, Aileen sempat marah, dia menyerang media, pengacara juga masyarakat, yang membuat hidupnya menjadi seperti itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here