Home Cerita Dunia Unik…. Suku Ini Punya Tradisi Memanjangkan Kepala!!!

Unik…. Suku Ini Punya Tradisi Memanjangkan Kepala!!!

210
0
SHARE

Cerita-Dunia.com – Tradisi Memanjangkan Kepala Dari Suku Mangbetu

Masih banyak hal unik di Afrika. Salah satunya adalah suku Mangbetu, dengan para wanitanya yang memiliki bentuk kepala yang lonjong. Terlihat berbeda, tapi itu menjadi simbol kecantikan.

Suku Mangbetu, mirip seperti suku-suku lain di Afrika. Namun satu yang membedakan dan menjadi ciri khasnya adalah suku Mangbetu punya kepala yang lonjong. Kepalanya memanjang keatas.

Bagi mereka, tradisi itu bernama Lipombo. Jadi ketika ada bayi yang baru lahir, satu bulan setelahnya mereka akan mengikatkan kain pada kepalanya dengan bentuk lonjong. Bayi yang hitungannya masih berumur bulanan, Tulang tengkoraknya masih sangat lunak.

Maka dengan mengikatkan kain dengan kencang dan rapat dikepalanya, bentuk kepala tersebut nantinya akan menjadi lonjong ketika sudah beranjak dewasa. Uniknya, tradisi seperti ini juga ditemui di Peru. Tapi khusus di Afrika, hanya suku Mangbetu di Kongo saja.

Suku Mangbetu mendiami Provinsi Orientale di bagian utara Kongo, Afrika Tengah. Provinsi yang wilayahnya didominasi hutan belantara

Mengapa mereka menginginkan kepala yang lonjong? Usut punya usut, suku Mangbetu percaya kalau kepala yang lonjong adalah simbol kecantikan, keanggunan, lambang kekuatan dan kecerdasan. Melonjongkan kepala dilakukan oleh pria dan wanita. Namun kebanyakan, hal ini dilakukan oleh para wanita.

Para wanita dengan kepala yang lonjong, akan lebih menarik di mata para pria suku Mangbetu. Rambut para wanita yang keriting, kemudian akan dihias sedemikian rupa agar terlihat lebih cantik. Bahkan konon kabarnya, semakin lonjong kepala wanita, artinya semakin bertambah lagi nilai kecantikannya.

Sampai akhirnya bangsa Eropa tepatnya kolonial Belgia lainnya masuk ke Kongo, di tahun 1950-an, tradisi ini dilarang. Alasannya cuma satu, karena dianggap bisa menyakitkan bayi-bayi yang baru lahir.

Walau seperti itu, suku Mangbetu ada yang masih tetap mempertahankan tradisi Lipombo ini. Dari informasi para peneliti, Lipombo sudah berlangsung jauh sebelum abad ke-17. Membentuk kepala yang lonjong, juga dinilai tidak tidak mempengaruhi fungsi otak.

Maka jangan kaget, ketika Anda bertualang ke Provinsi Orientale di Kongo dan melihat wanita-wanita dengan kepala yang lonjong ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here