Home Kisah Hidup Pria Ditolak Cintanya Usai Donorkan Ginjal Ke Wanita Idamannya

Pria Ditolak Cintanya Usai Donorkan Ginjal Ke Wanita Idamannya

150
0
SHARE

Cerita-Dunia.com – Seorang pria bernama Simon Louis sangat mencintai sahabatnya, Mary Emmanuelle. Simon rela memberikan segalanya demi orang yang sudah menjadi sahabatnya selama 20 tahun itu. Pada suatu hari, sang sahabat jatuh sakit. Simon segera membawa Mary kerumah sakit dan dokter mendiagnosa Mary terkena penyakit ginjal. Mary kala itu kesulitan mendapatkan donor ginjal.

Simon terpikir untuk cek medis dan ternyata ginjalnya cocok. Tak perlu pikir panjang, Simon seketika mendonorkan ginjalnya untuk Mary. Simon dan Mary saling mendukung agar cepat pulih selepas operasi donor ginjal.

Rasa cinta Simon tak terbendung lagi. Selepas memberikan donor, Simon bertekat melamar Mary. Namun niat tulus Simon tidak disambut baik oleh Mary. Cintanya ditolak. Mary beralasan takut merusak persahabatan yang sudah lama.

Keduanya sempat saling menggoda, tapi hubungannya tak pernah lebih dari itu.
Bertahun-tahun berlalu, Mary sibuk mengurus anaknya dan bekerja sebagai sekretaris. Sedangkan, Simon membantu saudaranya menyelenggarakan acara musik. Simon sempat menjalin hubungan asmara, tapi persaannya tak bisa berpaling dari Mary.

Tapi, sebuah kejadian tak terduga terjadi. Mary tiba-tiba jatuh di rumah usai kulitnya berubah menguning.
Mary koma selama 2 minggu.
Ia juga menghabiskan 2 bulan perawatan dan akhirnya didiagnosa menderita penyakit ginjal stadium akhir.
Agar bisa bertahan, Mary membutuhkan transplantasi. “Aku tidak bisa mempercayainya- aku telah diberi vonis mati. jelasnya pada Mirror. Setiap hari dia harus ke rumah sakit untuk menjalani cuci darah.

Simon mengunjunginya setiap hari, bahkan terkadang menginap. Simon juga membantu Mary mengganti pakaian, mandi dan makan. Sebagai rasa terima kasih, Mary mengajak Simon liburan ke Spanyol sambil menunggu adanya donor.
Sayangnya, saat mereka pulang ke Inggris, donor ginjalnya sudah diberikan pada orang lain.

Kondisinya semakin buruk. Beberapa minggu setelahnya, Simon melakukan tes untuk tahu apakah dia bisa jadi pendonor yang cocok. Tak disangka, Simon ternyata cocok jadi pendonor.

Operasinya berjalan lancar dan keduanya diperbolehkan pulang. Simon merasa senang karena merasa telah menyelamatkan hidup pujaan hatinya.

Pada suatu hari, saat sedang makan malam, Simon memberanikan diri untuk melamar Mary. Simon berharap Mary mau menghabiskan hidup bersamanya.

Tapi, sayangnya, harapan Simon bertepuk sebelah tangan.
Mary memberikan penolakan secara halus pada pria tersebut.
“Aku menolaknya dengan halus dengan mengatakan aku akan memikirkannya.”
Bukan karena tak suka, Mary takut pernikahan justru merusak persahabatan mereka. Kondisi kesehatan Mary juga disebut jadi hambatan. “Aku menawarkan hatiku padanya, tapi aku harus puas dengan memberikan ginjalku. Apapun yang terjadi, aku tidak akan menyesali telah memberinya hidup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here